"Sepak bola memang terkadang aneh. Terkadang kamu hanya punya satu peluang dan langsung tercipta gol, tetapi kadang kamu membuat banyak peluang dan butuh waktu lama untuk mencetak gol pertama," ujar Jeronimo dilansir dari laman resmi PT Liga Indonesia Baru (I.League), Selasa (20/10/2026).
Jeronimo menjelaskan, Yangon United tampil disiplin dengan menumpuk pemain di area pertahanan. Kondisi tersebut memaksa Borneo FC lebih sabar mengembangkan serangan untuk membongkar rapatnya barisan belakang lawan.
"Kami paham laga seperti ini, lawan bertahan sangat baik dengan 10 pemain di belakang bola dan sangat kompak. Tidak mudah membongkar blok pertahanan yang rapat seperti itu. Namun, saya rasa kami mampu mengalirkan bola dengan baik dan melepaskan banyak umpan silang ke dalam kotak penalti," terang Jeronimo.
Pelatih asal Portugal itu juga menilai anak asuhnya sebenarnya memiliki sejumlah kesempatan untuk mencetak gol. Borneo FC disebut mendapatkan empat hingga lima peluang emas, tetapi penyelesaian akhir belum langsung membuahkan hasil.
Menurut Jeronimo, tekanan untuk mencetak gol di hadapan pendukung sendiri turut memengaruhi ketenangan pemain. Situasi baru berubah setelah gol pembuka tercipta, sehingga lawan mulai memberikan ruang dan Borneo FC mampu menambah keunggulan.