Page merupakan gelandang tengah berkaki kiri yang mampu bermain sebagai gelandang bertahan maupun gelandang nomor delapan. Performanya bersama Leicester membuat dia mendapat perhatian lebih luas, termasuk setelah mengoleksi tiga caps bersama Timnas Inggris U-19.
Potensi Page semakin diperbincangkan setelah dia dinobatkan sebagai EFL Apprentice of the Year musim lalu. Penghargaan tersebut pernah diraih Jude Bellingham, sehingga Page mulai dibandingkan dengan bintang Real Madrid tersebut.
The Standard juga mengaitkan Page dengan Bellingham sekaligus menyebut sang pemain sebagai penggemar Manchester United. Faktor tersebut berpotensi menjadi keuntungan bagi Setan Merah dalam persaingan dengan Arsenal dan Aston Villa.
Ambisi Manchester United mencari talenta seperti Page juga sejalan dengan visi Ratcliffe sejak awal keterlibatannya di klub. Pengusaha Inggris tersebut pernah menegaskan United tidak ingin sekadar membeli pemain yang sudah mencapai level superstar.
"Tidak terlalu pintar, bukan, membeli Mbappe yang sudah jadi? Siapa pun bisa melakukan itu. Jauh lebih menantang menemukan Mbappe berikutnya atau Jude Bellingham berikutnya."
Pernyataan tersebut memperlihatkan arah kebijakan INEOS yang ingin menemukan pemain potensial sebelum mereka mencapai status bintang dunia. Page menjadi salah satu pemain yang dinilai cocok dengan pendekatan tersebut.
Jika Page akhirnya pindah ke Old Trafford, dia kemungkinan perlu menghabiskan waktu lebih dulu bersama tim muda yang ditangani Darren Fletcher. Namun, jika perkembangannya berjalan sesuai harapan, transfer tersebut berpotensi menjadi salah satu contoh penting perubahan pendekatan Manchester United dalam melakukan scouting dan perekrutan talenta muda.