Dia menilai keragaman bisa berubah menjadi senjata berbahaya jika disatukan dengan visi yang sama. Namun, Herdman juga mengingatkan potensi itu bisa melemahkan tim jika tidak dikelola dengan benar.
"Dan saya merasa keragaman adalah kekuatan terbesar kita, tetapi itu juga bisa menjadi kelemahan besar jika kita memilih kelemahan. Begitupun jika kita memilih kekuatan, keragaman pemain lokal kita dengan pemain diaspora, dan bagaimana kita saling berbagi serta memahami latar belakang masing-masing, nilai mereka, kekuatan mereka, jadi ini tentang kita melawan mereka (tim lawan). Bukan kita melawan diri sendiri," sambungnya menjelaskan.
Herdman menekankan peran penting kepemimpinan dan dukungan publik dalam menyatukan keragaman tersebut. Dia menilai energi dari 280 juta penduduk Indonesia menjadi bagian penting dalam perjalanan Timnas Indonesia.
"Kami harus merangkulnya secara kolektif nilai dari 280 juta orang. Itu bagian dari perjalanan ini. Jadi keragaman menjadi kekuatan kita ketika kita memilihnya untuk menjadi kekuatan kita. Dan kepemimpinan saya akan membantu mereka memilih kekuatan," ujar Herdman.
Di luar pembenahan internal, Herdman kini dihadapkan pada agenda padat di awal masa kepelatihannya. Dia sedang mempersiapkan Timnas Indonesia menghadapi berbagai turnamen internasional.
FIFA Series akan digelar pada Maret 2026 dengan Indonesia bertindak sebagai tuan rumah melawan Bulgaria, Kepulauan Solomon, serta Saint Kitts dan Nevis. Setelah itu, Timnas Indonesia dijadwalkan tampil di Piala AFF pada Juli–Agustus 2026 serta Piala Asia 2027.