Selain mendorong proses hukum, I.League menyoroti dampak kejadian tersebut terhadap para pemain muda Persib U-18. Mereka dinilai seharusnya dapat menjalani pembinaan dan mengembangkan karier sepak bola dalam lingkungan yang aman.
"Para pemain usia muda seharusnya dapat menjalani proses pembinaan dan meniti perjalanan karier sepak bola dalam lingkungan yang aman dan mendukung. Mereka tidak sepatutnya menjadi korban ataupun menyaksikan tindakan kekerasan yang muncul akibat rivalitas antarklub," tulis I.League.
I.League menegaskan rivalitas antarklub tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan kekerasan. Persaingan dalam sepak bola semestinya tetap berada dalam batas sportivitas dan tidak membahayakan pemain, ofisial, maupun anggota rombongan tim.
Operator kompetisi itu juga menyatakan terus memantau perkembangan penanganan kasus penyerangan bus Persib U-18. Koordinasi dengan pihak terkait didorong untuk memastikan keselamatan personel yang terdampak.
"I.League terus memantau perkembangan penanganan insiden ini dan mendorong koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan personel yang terdampak," tutup pernyataan resmi itu.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, identitas utama pelaku belum dipastikan dalam informasi yang tersedia. Penyelidikan aparat penegak hukum menjadi langkah penting untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan di Rest Area KM 360 Batang tersebut.