MILAN, iNews.id - Inter Milan tersingkir dari Liga Champions setelah kembali kalah dari Bodo/Glimt. Pelatih I Nerazzurri Cristian Chivu mengakui timnya tidak cukup kompetitif di Eropa.
Kekalahan 1-2 di San Siro memastikan langkah Nerazzurri terhenti usai agregat 2-5 untuk wakil Norwegia.
Tugas Inter sudah berat sejak leg pertama. Mereka kalah 1-3 di Norwegia dan harus mengejar defisit dua gol. Bermain di kandang sendiri, Inter mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang, namun efektivitas menjadi masalah utama.
Absennya Lautaro Martinez dan Hakan Calhanoglu berdampak besar terhadap daya gedor. Serangan Inter terlihat tumpul meski tekanan terus diberikan sepanjang pertandingan.
Gol pembuka Bodo/Glimt lahir dari kesalahan Manuel Akanji yang dimanfaatkan Jens-Petter Hauge. Situasi itu menjadi titik balik pertandingan. Hakon Evjen kemudian menambah keunggulan tim tamu, sedangkan gol Alessandro Bastoni melalui situasi sepak pojok datang terlambat untuk mengubah keadaan.
“Kami mencoba segalanya sejak awal,” kata Chivu kepada Sky Sport Italia.
“Kami menghadapi tim yang sangat terorganisir dengan blok pertahanan rendah, menempatkan 10-11 pemain di belakang bola. Mungkin fakta kami tidak mampu memecah kebuntuan memberi mereka kenyamanan psikologis ekstra, mengetahui kami butuh dua gol hanya untuk memaksakan perpanjangan waktu," ujarnya.