"Kami adalah tim muda, kami mendapat dorongan dari energi Liga Champions, tetapi saya akan sangat marah jika kemudian kami tidak memberikan segalanya di Serie A. Kami harus rendah hati dan mampu tampil setiap tiga hari, ini akan menjadi musim yang sangat sulit, dan kami harus mempertahankan mentalitas yang tepat," tutur Fabregas.
Penampilan Baturina juga mendapat sorotan. Pemain tersebut mencetak satu gol sekaligus memberikan satu assist. Namun, Fabregas beberapa kali terlihat memberikan instruksi keras kepada Baturina dari pinggir lapangan.
"Saya percaya kepada Martin dan mencoba memberinya kebebasan untuk menemukan ruang yang tepat dengan menggunakan bakatnya. Setiap kali saya berteriak dari pinggir lapangan kepada salah satu pemain saya, itu selalu karena mereka memiliki bakat dan saya hanya perlu memberi mereka dorongan energi tambahan," ujar Fabregas.
Kemenangan atas Leipzig menjadi kemenangan ketiga secara beruntun bagi Como setelah sebelumnya menaklukkan Napoli dan Genoa. Dalam dua pertandingan terakhir, Fabregas juga mengubah sistem menjadi lima pemain belakang sekitar menit ke-60 untuk mengendalikan permainan.
Fabregas menjelaskan perubahan pendekatan tersebut berkaitan dengan kebutuhan Como untuk mengontrol berbagai situasi dalam pertandingan. Dia ingin timnya tidak hanya tampil dominan, tetapi juga mampu mengatur tempo ketika kondisi pertandingan berubah.