Meski hubungan keduanya sedang menjadi sorotan, Jesus tetap memberikan penghormatan besar terhadap pencapaian Ronaldo bersama Portugal.
“Tidak ada seorang pun yang bisa menghapus apa yang Cristiano wakili. Dia adalah ikon dan hal itu tidak perlu diperdebatkan,” katanya.
Perselisihan disebut bermula dari keputusan Jesus meminta Ronaldo melakukan pemanasan sekitar 30 menit saat menghadapi Norwegia tanpa akhirnya memasukkan sang kapten ke lapangan.
Seusai kejadian tersebut, pertemuan darurat antara Ronaldo, Proenca dan Jesus digelar. Jesus disebut telah menyampaikan penyesalan atas situasi yang terjadi dan berjanji mengakui kesalahannya di depan publik.
Namun, dalam konferensi pers berikutnya, Jesus justru menegaskan tidak ada satu pemain pun yang memiliki kekuasaan lebih besar dibanding tim. Dia juga menekankan keputusan mengenai pemain sepenuhnya berada di tangannya sebagai pelatih.