Reaksi Carrick sempat bisa dianggap sebagai bentuk kemarahan terhadap Cunha karena kartu merah yang diterimanya. Apalagi, hukuman tersebut membuat sang penyerang dipastikan absen dalam pertandingan Liga Champions berikutnya melawan Sporting CP pada 25 November.
Namun, ada kemungkinan lain di balik tindakan Carrick. Dia diduga berusaha mencegah Cunha mendapat hukuman tambahan dari UEFA karena kembali memasuki lapangan setelah diusir wasit.
Berdasarkan Law 12 dalam Laws of the Game yang diterbitkan International Football Association Board (IFAB), pemain yang menerima kartu merah wajib meninggalkan area sekitar lapangan permainan dan area teknis.
Aturan tersebut berarti pemain yang sudah diusir, termasuk Cunha, tidak boleh kembali memasuki lapangan tanpa izin. Ketentuan ini tetap berlaku meskipun pertandingan telah berakhir dan pemain ingin ikut merayakan kemenangan bersama tim.
Karena itu, Carrick kemungkinan bertindak untuk melindungi Cunha dari potensi persoalan disipliner tambahan. Dia bisa saja meminta sang pemain menjauh dari perayaan agar tidak melakukan pelanggaran lain setelah menerima kartu merah.
Meski demikian, peluang Cunha mendapat sanksi tambahan atas tindakannya setelah kartu merah belum sepenuhnya tertutup. Keputusan lebih lanjut tetap bergantung pada penilaian otoritas terkait terhadap insiden tersebut.