Dony menanggapi pujian tersebut dengan sikap tenang. Dia tidak ingin terlena dan memilih menjadikannya sebagai motivasi untuk berkembang.
"Ya, saya sebagai pemain mungkin ya mengaminkan saja sih. Dan kembali lagi itu tergantung dari diri saya sendiri. Itu akan menjadi eh motivasi tersendiri bagi saya untuk terus berkembang ke depannya," kata Dony di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Dia juga mengungkapkan sempat banyak berdiskusi dengan Calvin. Dari obrolan itu, dia mendapat banyak wawasan baru, terutama terkait pengalaman bermain di level internasional.
"Tentang pengalaman dia (Calvin Verdonk) dan yang paling ini paling saya ingat yang pas sebelum lawan pertandingan pertama yang lawan Saint Kitts itu, dia memberikan masukan kepada saya untuk bermain percaya diri aja seperti yang Calvin bilang itu," tutur Dony.
"Dan, ya betul kayak main di latihan aja, lepas aja, enggak usah, enggak usah minder sama yang lain," tambahnya.
Dony mengakui dia sudah lama mengagumi Calvin. Penampilan bek tersebut di level klub maupun timnas menjadi sumber motivasi tersendiri.
"Jujur aja sebelum saya masuk Timnas memang Calvin Verdonk ngelihat dia bermain sangat luar biasa di Timnas Indonesia. Dan ya itu yang menjadi idola saya sih. Gitu," pungkasnya.
Kini, peluang berkarier di Eropa terbuka lebar jika dia mampu menjaga performa. Tantangan sudah ada di depan mata, dan langkah berikutnya akan ditentukan oleh konsistensi di lapangan.