Herdman tetap percaya dengan keberanian para pemain Indonesia. Dia ingin Skuad Garuda menekan lawan, menguasai bola, dan membangun serangan tanpa meninggalkan organisasi permainan.
Pelatih asal Inggris tersebut juga mengingatkan timnya masih berada dalam proses pembentukan. Pertandingan melawan Vietnam baru menjadi laga keempat kelompok pemain itu bersama dan baru pertandingan resmi kedua atau ketiga bagi sebagian besar komposisi tersebut.
Meski demikian, proses tidak dapat dijadikan alasan saat menghadapi Singapura. Indonesia harus segera memberikan respons karena hasil imbang atau kekalahan akan menghentikan perjalanan mereka di fase grup.
“Kami akan terus berkembang. Kami harus menerima pukulan ini. Kami tidak boleh membuang muka. Kami harus mengakui kesalahan, belajar darinya, dan tetap bersatu karena kami masih memiliki pertandingan besar berikutnya,” kata Herdman.
Hanya dua tim teratas dari setiap grup yang berhak melaju ke semifinal. Situasi tersebut membuat pertandingan Singapura melawan Indonesia berubah menjadi duel langsung memperebutkan satu tempat di fase gugur.
Tiga hari efektif menuju pertandingan harus dimanfaatkan untuk memulihkan kondisi fisik sekaligus memperbaiki organisasi permainan. Herdman kini dituntut menemukan keseimbangan antara keberanian menyerang dan keamanan pertahanan.
Timnas Indonesia masih memiliki kesempatan menentukan nasibnya sendiri. Namun, peluang tersebut hanya dapat dijaga jika dua masalah utama yang disoroti Herdman benar-benar diperbaiki saat menghadapi Singapura.