"Saya telah bermain 75 kali untuk Portugal dan memiliki dedikasi yang sangat besar untuk menjaga nama baik tim nasional Portugal. Sebelumnya, saya tidak pernah merasa begitu tidak dihormati dan harga diri saya begitu terluka. Di antara rekan-rekan setim, saya hanyalah pemain seperti yang lainnya," kata Carvalho, dikutip dari Sport Bible.
"Namun, saya pantas mendapatkan perhatian dan rasa hormat seperti pemain lainnya. Saya tidak berniat mengakhiri karier internasional dengan cara seperti ini, tetapi saya melakukannya secara sadar dan yakin selalu mengharumkan nama negara saya. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Portugal," lanjutnya.
Keputusan Carvalho berujung hukuman larangan bermain selama satu tahun dari Federasi Sepak Bola Portugal (FPF). Bek yang pernah menjadi rekan Ronaldo di Real Madrid tersebut akhirnya mengumumkan pensiun dari tim nasional.
Menariknya, Ronaldo justru membela kewenangan Paulo Bento ketika Carvalho mendapat hukuman. Dia menegaskan tidak ada pemain yang memiliki hak istimewa dalam menentukan susunan tim.
"Tidak seorang pun memiliki jaminan tempat di tim. Tidak ada tempat yang dicadangkan untuk siapa pun. Siapa pun yang menunjukkan performa terbaik akan bermain. Pelatih lebih mengetahui hal itu dibandingkan siapa pun," ujar Ronaldo pada 2011.