Bagi Tavares, situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena Gali bukan pemain asing dalam sistem permainan Persebaya. Pemain Timor Leste itu sudah mengenal lingkungan tim, termasuk karakter sejumlah mantan rekan setimnya.
Gali juga memiliki pengalaman cukup panjang di sepak bola Indonesia. Sebelum bergabung dengan Persebaya pada musim 2025-2026, dia memperkuat PSIS Semarang selama dua musim.
Bersama Persebaya, Gali mencatatkan kontribusi penting sepanjang musim lalu. Dia mengoleksi enam gol dan tujuh assist dari 32 pertandingan.
Catatan tersebut memperlihatkan kemampuannya memberikan kontribusi dalam membangun serangan maupun mencetak gol. Kini, kualitas tersebut berpotensi menjadi ancaman bagi lini pertahanan Persebaya.
Bernardo Tavares memperkirakan Gali Freitas akan memiliki motivasi besar saat menghadapi Persebaya. Dia menilai pemain tersebut ingin menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membuktikan keputusan melepasnya merupakan sebuah kesalahan.