Lautaro juga mengingatkan hubungan emosionalnya dengan Audero yang pernah menjadi bagian dari kesuksesan Inter. “Kami meminta maaf kepada Audero, yang pernah menjadi juara bersama kami saat meraih bintang kedua, dan kami juga meminta maaf kepada seluruh pendukung Cremonese. Hal seperti ini tidak boleh terjadi,” ujarnya.
Meski laga ternodai insiden, Lautaro tetap tampil impresif dan terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan. Namun penghargaan individu tersebut dia dedikasikan untuk keluarganya.
“Penghargaan ini akan saya taruh di kamar putri saya. Hari ini ulang tahunnya. Sekarang saya berharap bisa cepat kembali ke Milan dan menemuinya saat dia masih terjaga. Penghargaan ini dan jersey ini untuk dia,” ucap Lautaro.
Kemenangan Inter atas Cremonese akhirnya tetap tercatat sah, namun insiden petasan menjadi sorotan serius di Serie A. Pernyataan Lautaro mempertegas sikap klub yang menolak tindakan berbahaya dan menempatkan keselamatan pemain sebagai prioritas utama.