Meski demikian, Nicola memberi apresiasi tinggi kepada Emil Audero yang memilih tetap melanjutkan pertandingan setelah memastikan kondisinya memungkinkan.
“Namun kemudian Emil merasa sanggup untuk melanjutkan pertandingan. Saya menyukai sikap sportivitas dan kejujuran; dia melakukan apa yang dirasakannya dan keputusan untuk melanjutkan itu sudah tepat,” sambung Nicola.
Pelatih asal Italia tersebut juga melontarkan kritik keras terhadap tindakan oknum suporter. Dia menilai kejadian serupa seharusnya bisa dicegah jika ada keseriusan dari semua pihak terkait.
“Ini adalah insiden-insiden yang sebenarnya bisa diberantas jika memang ada kemauan, dan saya katakan ini terlepas dari siapa pun pelakunya. Hal-hal seperti ini sudah kuno, tidak ada yang benar-benar mengidentifikasi diri dengan dinamika seperti itu,” ucap Nicola.
Nicola menegaskan dia tidak ingin menghakimi siapa pun, namun berharap otoritas sepak bola mengambil langkah nyata untuk meningkatkan budaya sportivitas.
“Saya meminta pihak-pihak yang berwenang untuk meningkatkan budaya sportivitas dan memikirkan solusi. Saya bukan hakim bagi siapa pun,” tambahnya.
Akibat insiden flare tersebut, Inter Milan terancam sanksi berupa denda dan kemungkinan penangguhan hak siar bagi pendukungnya. Di sisi pertandingan, Inter Milan tetap keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0 berkat gol Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski.