“Ya, saya tentu yang bilang, kejadian-kejadian seperti ini perlu diantisipasi. Tapi kita tunggu dari AFC-nya sendiri seperti apa penilaiannya,” kata Erick kepada wartawan termasuk iNews Media Group di Kantor Kemenpora, Jumat (20/2/2026).
Erick menyebut persoalan sanksi berada di ranah otoritas yang lebih tinggi. Dia tidak ingin memberi komentar lebih jauh sebelum keputusan resmi dijatuhkan.
“Tentu itu ada wilayah yang lebih tinggi lagi yang saya mungkin tidak mau berkomentar sebelum sanksinya,” ujarnya.
Hingga kini, AFC belum mengumumkan sanksi untuk Persib Bandung. Namun potensi hukuman tetap terbuka menyusul insiden pascalaga tersebut.
Kericuhan dalam kompetisi antarklub Asia kerap berujung pada denda atau sanksi pertandingan tanpa penonton. Persib kini menanti kepastian dari AFC setelah tersingkir dari ACL 2.