Timnas Indonesia memasuki pertandingan melawan Singapura setelah dipukul Vietnam tiga gol tanpa balas. Nguyen Van Vi membuka keunggulan pada menit keenam sebelum Nguyen Hai Long menggandakan skor pada menit ke-14.
Nguyen Xuan Son, yang juga dikenal dengan nama Rafaelson, mencetak gol ketiga Vietnam pada menit ke-71. Dua gol cepat pada awal pertandingan membuat Indonesia kesulitan mengembangkan permainan dan gagal bangkit sampai laga berakhir.
Kekalahan tersebut menjadi hasil negatif pertama Indonesia di Grup A. Sebelumnya, Skuad Garuda mengalahkan Kamboja 5-1 dan Timor Leste 3-0 untuk mengumpulkan enam poin dari dua pertandingan awal.
Erick mengakui Vietnam tampil lebih matang, kompak, dan efektif. Meski demikian, dia menegaskan Indonesia tidak boleh menyerah karena masih memiliki satu kesempatan untuk memperbaiki keadaan.
“Kita harus apresiasi Vietnam bagus, tapi bukan berarti kita mengalah. Nanti di game berikutnya kita coba lakukan,” kata Erick.
Duel melawan Singapura kini menjadi ujian terbesar bagi mental pemain Indonesia. Skuad Garuda harus mengatasi tekanan laga tandang sekaligus memperbaiki pertahanan yang terlihat rapuh saat menghadapi Vietnam.
Hanya dua tim teratas Grup A yang berhak melaju ke semifinal. Indonesia harus membawa pulang tiga poin dari Jalan Besar Stadium jika ingin menjaga peluang meraih gelar Piala AFF pertama sepanjang sejarah.