“Setiap tim papan atas harus merangkul pemain terbaiknya, tetapi pemain terbaik juga harus bekerja untuk tim,” ujar Ten Hag.
Dia juga mengungkapkan Ronaldo pernah meminta rekan-rekannya untuk menghemat tenaga ketika berlatih. Ten Hag memahami pendekatan tersebut jika pemain sudah memiliki tingkat kebugaran yang memadai. Namun, menurut dia, pemain harus terlebih dahulu menjalani latihan yang diperlukan untuk mencapai kondisi fisik ideal.
“Dia mengatakan kepada para pemain, ‘Hemat tenaga kalian saat latihan’. Saya memahaminya jika kalian sudah sangat bugar; kalian memiliki sesi latihan dan bisa menghemat tenaga. Namun, pertama-tama kalian harus berlatih untuk mencapai tingkat kebugaran yang tepat.”
Perbedaan pandangan mengenai tuntutan taktik dan intensitas kerja tersebut menjadi salah satu faktor yang memperburuk hubungan Ten Hag dan Ronaldo. Sang penyerang dinilai tidak bersedia mengikuti sepenuhnya tuntutan permainan yang ingin diterapkan pelatihnya. Perselisihan itu berujung pada kepergian Ronaldo dari Manchester United pada akhir 2022 untuk bergabung dengan Al Nassr di Arab Saudi.
Di tengah munculnya penjelasan terbaru Ten Hag, pernyataan Ronaldo dalam wawancara bersama Piers Morgan pada 2022 kembali menjadi perhatian. Saat itu, Ronaldo secara terbuka menjelaskan alasan dirinya kehilangan rasa hormat kepada sang pelatih.