Kebijakan ini dinilai lebih adil. FIFA memilih pendekatan tersebut dibanding menaikkan batas akumulasi menjadi tiga kartu kuning untuk skorsing.
Rencana perubahan aturan ini akan dibahas dalam rapat FIFA Council yang digelar di Vancouver, Kanada.
Dengan aturan baru, batas skorsing tetap dua kartu kuning. Namun, peluang pemain terkena larangan bermain akan lebih kecil di laga-laga krusial.
Pemain hanya bisa terkena skorsing jika menerima dua kartu kuning dalam tiga pertandingan fase grup, atau dua kartu dalam fase gugur dari babak 32 besar hingga perempat final.
Sistem ini menciptakan dua fase risiko yang lebih sempit. Tujuannya agar pemain bintang tidak absen di pertandingan penting seperti semifinal atau final.
Perubahan ini sekaligus menjaga keseimbangan kompetisi. FIFA ingin memastikan pertandingan besar tetap menampilkan pemain terbaik tanpa terganggu akumulasi kartu.
Jika disetujui, aturan ini akan menjadi salah satu perubahan signifikan dalam sejarah Piala Dunia, seiring transformasi besar format turnamen menjadi 48 tim.