FIFA Didesak Sanksi Israel dan Coret AS dari Piala Dunia 2026

Abdul Haris
Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Foto: The New York Times)

“Jangan rayakan bersama makelar properti (Presiden AS Donald Trump) di podium final Piala Dunia Antarklub, dengan tangan yang berlumuran darah rakyat Palestina,” kata Aboutrika.

“Prancis, Inggris, dan Jerman mulai mencuci tangan dari kejahatan Israel. Ini adalah pendudukan, dan ada perlawanan yang membela tanahnya. Jika FIFA dan UEFA serius, mereka harus melarang tim Israel; jika tidak, mereka ikut terlibat, begitu juga kita jika tetap diam,” ucapnya penuh semangat.

Seruan Aboutrika datang tak lama setelah UEFA mengumumkan belasungkawa atas wafatnya Suleiman al-Obeid, legenda sepak bola Palestina yang dijuluki "Pele dari Palestina" dan mencetak 100 gol dalam kariernya. Menurut Asosiasi Sepak Bola Palestina, al-Obeid tewas akibat serangan Israel di Gaza selatan saat menunggu bantuan kemanusiaan.


Korban Jiwa Atlet Palestina Kian Bertambah

Data Asosiasi Sepak Bola Palestina menunjukkan, sebanyak 421 pesepak bola tewas atau meninggal akibat kelaparan di Gaza, termasuk 103 anak-anak. Sejak akhir Mei 2025, Kantor HAM PBB melaporkan lebih dari 1.300 warga Palestina terbunuh saat berusaha mendapatkan bantuan pangan.

Bintang Liverpool, Mohamed Salah, turut bereaksi terhadap kabar kematian al-Obeid. Lewat media sosial, dia menulis, “Bisakah Anda memberi tahu kami bagaimana dia meninggal, di mana, dan mengapa?”


Sikap FIFA dan Catatan Sanksi Politik

FIFA tercatat pernah melarang tiga tim nasional karena alasan politik. Rusia sendiri masih menjalani skorsing akibat invasi ke Ukraina. Namun, hingga kini, belum ada sanksi serupa untuk Israel. Pada Oktober 2024, FIFA hanya menyatakan “sangat terkejut atas apa yang terjadi” dan menyerukan semua pihak untuk memulihkan perdamaian secepatnya.

Aboutrika dikenal sebagai sosok vokal dalam membela Palestina. Pada 2008, dia pernah merayakan gol dengan membuka kaos bertuliskan “Sympathize with Gaza (Bersimpati dengan Gaza)”  yang kemudian menjadi simbol solidaritasnya di dunia sepak bola.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Kecam Wasit Brasil karena Beri Kartu Merah Folarin Balogun: Mengerikan!

57 tahun lalu

Menhan Israel Ancam Bunuh Pemimpin Tertinggi Mojtaba saat Iran Gelar Pemakaman Ali Khamenei

57 tahun lalu

Cristiano Ronaldo Buka Suara usai Tersingkir: Trofi Euro 2016 Sama dengan Piala Dunia

57 tahun lalu

Resmi! Roberto Martinez Tinggalkan Portugal usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal