Kasus ini awalnya juga memicu penyelidikan terkait dugaan ucapan rasialis kepada Vinicius Junior. Prestianni sempat dituduh menggunakan kata berbahasa Spanyol yang mengarah pada penghinaan rasial.
Namun UEFA tidak menemukan bukti kuat terkait tuduhan tersebut. Pada akhirnya, dia dijatuhi hukuman karena penghinaan homofobik.
Prestianni membantah dirinya melakukan tindakan rasialis. Dia juga mengaku kecewa dengan keputusan hukuman yang dijatuhkan kepadanya.
"Saya tidak pernah menjadi rasis, dan tidak akan pernah menjadi rasis. Hal yang paling menyakitkan bagi saya adalah dituduh melakukan sesuatu yang tidak pernah saya lakukan," kata dia.
"Itu adalah sesuatu yang tidak saya katakan, dan mereka menghukum saya tanpa bukti."
Kasus ini kembali menjadi sorotan besar di sepak bola Eropa, terutama terkait ketegasan FIFA dan UEFA dalam menangani dugaan diskriminasi di lapangan.