Pengangkatan trofi di tribune disaksikan oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Hasto Kristiyanto, Ketua Panitia I Made Agus Mahayastra, dan Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster.
Sebelum kick-off laga perdana, Tim Banteng Bali sebagai juara bertahan secara resmi menyerahkan trofi kepada Ketua Panitia. Banteng Bali kembali menjadi tuan rumah pada edisi 2025, mengulang kesuksesan mereka setelah juara pada gelaran 2023 di Jakarta.
Tahun ini, Soekarno Cup mempertemukan delapan tim regional terbaik Indonesia dengan syarat pemain kelahiran tahun 2008 atau U-17. Turnamen ini bukan semata kompetisi, tetapi wadah pembinaan talenta muda dari seluruh penjuru Tanah Air.
Ketua Panitia, I Made Agus Mahayastra, menegaskan nilai utama turnamen ini.
“Sepak bola mengajarkan kita arti perjuangan, disiplin, dan kekompakan. Tidak ada kemenangan yang diraih sendirian; semuanya lahir dari kerja sama sebagai satu tim,” ujar Agus.
Ia menambahkan bahwa semangat gotong-royong ini sangat penting untuk generasi muda Indonesia.
Agus juga menekankan bahwa Soekarno Cup adalah ruang kebudayaan dan penguatan ideologi bangsa.
“Soekarno Cup bukan sekadar ajang olahraga, tetapi gerakan kebudayaan dan penguatan ideologi untuk menghidupkan kembali kecintaan Bung Karno terhadap sepak bola sebagai olahraga rakyat dan sarana pemersatu bangsa,” tegasnya.
Bung Karno selalu melihat sepak bola sebagai medium disiplin, solidaritas, dan pembentukan karakter nasional.
Edisi perdana Soekarno Cup berlangsung pada 2023 di Jakarta.
Finalnya digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan mencatat Rekor MURI lewat aksi dribbling serentak 10.000 peserta, menegaskan bagaimana turnamen ini melibatkan massa dan menggerakkan energi Indonesia.