Messi sendiri tidak terlibat dalam proses negosiasi tersebut. Meski begitu, pembatalan laga membuat pemain Inter Miami tersebut kehilangan peluang meraih gelar ke-47 sepanjang karier profesionalnya.
Selain kehilangan peluang trofi, Argentina juga kehilangan kesempatan menjalani pertandingan besar menjelang Piala Dunia 2026. Laga melawan Spanyol dinilai sebagai ujian penting bagi tim juara dunia tersebut.
Masalah lokasi pertandingan juga menjadi kendala utama. Awalnya Doha, Qatar, dipertimbangkan sebagai tuan rumah pertandingan tersebut.
Namun rencana tersebut tidak terlaksana karena situasi ketegangan yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah. Panitia kemudian mempertimbangkan lokasi netral sebagai solusi alternatif.
Perbedaan jadwal juga menjadi faktor yang menghambat kesepakatan. Argentina menolak tanggal pertandingan pada 27 Maret dan mengusulkan jadwal baru pada 31 Maret.
Perbedaan pandangan tersebut akhirnya membuat rencana Finalissima 2026 tidak pernah terwujud. Publik sepak bola dunia pun kehilangan salah satu pertandingan paling dinantikan tahun ini, termasuk duel bersejarah antara Lionel Messi dan Lamine Yamal.