Namun, tangis Fitrah ternyata bukan sekadar penyesalan akibat kesalahannya di lapangan. Dia mengaku terharu karena mendapatkan dukungan dari seluruh anggota tim meski sempat melakukan blunder.
Fitrah mengungkapkan suasana kekeluargaan di Persib menjadi alasan utama dia menangis. Tidak ada rekan setim yang menyudutkannya setelah kesalahan yang berujung gol Melbourne Victory.
Sebaliknya, para pemain dan jajaran pelatih terus memberikan kepercayaan serta dukungan. Perlakuan tersebut membuat Fitrah semakin menyadari arti kebersamaan dalam tim yang telah dia impikan sejak kecil.
"Saya kemarin menangis karena terharu, bangga bisa menjadi bagian dari tim ini. Semua seperti keluarga, saling mendukung, tidak menjatuhkan. Saya sangat bangga bisa bermain di tim yang saya impikan sejak kecil ini," kata Fitrah setibanya di Semarang, Kamis (5/11/2026).
Bagi Fitrah, kesempatan membela Persib memiliki makna tersendiri. Sebagai pemain jebolan Akademi Persib, dia kini menjadi bagian dari skuad senior klub yang sejak kecil menjadi impiannya.