Pernyataan tersebut langsung direspons oleh Menteri BUMN Erick Thohir yang juga hadir di acara itu. Dengan gaya santai, ia menyela, “Pas buat beli tumbler,” yang kembali memicu tawa audiens. Momen ini memperlihatkan sinergi antara dunia hiburan dan olahraga dalam menciptakan atmosfer segar dalam sepak bola nasional.
Tak hanya tambahan hadiah, Maruarar juga menegaskan bahwa Piala Presiden 2025 tidak menggunakan dana dari APBN maupun APBD.
“Duit sponsor yang masuk sudah mencapai Rp55 miliar. Piala Presiden 2025 murni tidak memakai dana APBN maupun APBD,” tegasnya. Pernyataan ini menjadi angin segar dalam transparansi anggaran olahraga nasional.
Dengan tambahan Rp300 juta untuk dua tim terbawah, total hadiah Piala Presiden 2025 kini mencapai Rp11,8 miliar. Rinciannya: Juara pertama akan menerima Rp5,5 miliar, runner-up Rp3 miliar, posisi ketiga Rp2 miliar, dan keempat Rp1 miliar. Tambahan terbaru memperkaya semangat kompetitif hingga ke papan bawah klasemen.
Sebanyak enam tim dipastikan berpartisipasi dalam turnamen ini. Grup A diisi oleh Oxford United, Liga Indonesia All Star, dan Arema FC. Sementara Grup B dihuni Persib Bandung, Dewa United, dan Port FC. Format dua grup menjanjikan pertarungan sengit sejak babak awal.