Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 terancam ditunda. (Foto: Instagram/@shintaeyong7777)
Basudiwa Supraja

KUALA LUMPUR, iNews.id - Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 terancam ditunda. Sebab hingga saat ini AFC belum menemukan tuan rumah untuk ajang tersebut.

Sejatinya China adalah tuan rumah Piala Asia 2023. Namun Negeri Tirai Bambu mundur jadi fasilitator karena alasan Covid-19. 

"Piala Asia yang semula dijadwalkan digelar di China pada 16 Juni 2023 terpaksa dibatalkan. AFC mengatakan akan diumumkan di lain waktu," tulis laporan Sohu tersebut, Jumat (24/6/2022).

Kini AFC pun menawarkan kepada para kontestan Piala Asia 2023 untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah hingga akhir bulan Juni ini. Nantinya negara yang maju untuk menjadi pengganti akan diuji kelayakan.

Malaysia mengaku tidak sanggup karena alasan stadion yang mereka punya belum memadai untuk Piala Asia 2023. Pihak AFC mempersilakan kepada para kontestan Piala Asia 2023 untuk saling berkolaborasi sebagai tuan rumah, seperti edisi 2007 kala Indonesia jadi tuan rumah bersama Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Indonesia sendiri didorong untuk maju sebagai tuan rumah tunggal Piala Asia 2023. Namun, pihak PSSI masih mempertimbangkan hal tersebut karena takut bertabrakan jadwal dengan Piala Dunia U-20 2023 yang juga bakal digelar di Indonesia.

Karena hal tersebut AFC meminta kembali kepada China untuk bersedia mengambil kembali status tuan rumah Piala Asia 2023. Namun, ada persyaratan ketat yang diminta China kepada AFC.

Federasi Sepak Bola China (CFA) bersedia asalkan semua kendali Piala Asia 2023 dipegang penuh oleh mereka dan AFC tidak berhak ikut campur. Pembatasan suporter dan media yang ingin datang ke stadion pun diperketat. 

"Piala Asia 2023 masih belum diambil alih, AFC akan mengeluarkan undangan lagi ke China," lanjutan artikel Sohu.

"Baru-baru ini AFC menghubungi CFA. CFA bersedia menjadi tuan rumah asalkan ada pembatasan untuk suporter dan media di stadion. Aturan ini akan dipegang CFA dan AFC tidak berhak ikut campur,” sebut laporan itu.


Editor : Reynaldi Hermawan

BERITA TERKAIT