Gaya Penalti Stutter ala Messi dan Mbappe Sering Gagal, Kenapa Tetap Dipakai?

Reynaldi Hermawan
Alasan Lionel Messi dan Kylian Mbappe tetap menggunakan teknik penalti stutter meski sering gagal. (Foto: Instagram)

"Selalu ada pertarungan untuk mencari cara mendapatkan keuntungan."

Nevin juga menyoroti rutinitas Mbappe sebelum mengambil penalti.

"Mbappe tahu keunggulannya adalah persiapan. Dia memiliki rutinitas saat meletakkan bola sebelum menendang."

"Dia melakukannya dua kali, tetapi masalahnya dia harus mengulanginya tiga kali, dan pada percobaan ketiga penalti itu berhasil ditepis."

Teknik stutter juga digunakan sejumlah pemain lain di Piala Dunia 2026, seperti Bruno Guimaraes, Jorgen Strand Larsen, Harry Kane, Cristiano Ronaldo, Neymar, Raul Jimenez, Yoane Wissa, dan Marko Arnautovic.

Statistik turnamen menunjukkan efektivitas teknik tersebut masih diperdebatkan. Dari 26 penalti dengan teknik stutter, termasuk adu penalti, hanya 15 yang berbuah gol. Sebaliknya, 24 dari 35 penalti tanpa teknik stutter berhasil menaklukkan penjaga gawang.

Selain itu, sekitar 30 persen penalti pada waktu normal gagal dikonversi menjadi gol di Piala Dunia 2026, menjadi salah satu angka kegagalan tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 1966.

Editor : Reynaldi Hermawan
Artikel Terkait
1 hari lalu

6 Statistik Gila Real Madrid usai Hajar Sociedad 4-1, Mbappe dan Mourinho Cetak Rekor

1 hari lalu

Real Madrid Hajar Sociedad 4-1, Mbappe Hattrick saat Mourinho Kembali ke Bernabeu

5 hari lalu

Lionel Messi Cetak Gol, Inter Miami Tetap Takluk dari Toronto FC

10 hari lalu

Sergio Busquets Resmi Kembali ke Barcelona, Mulai Karier sebagai Pelatih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal