"Selalu ada pertarungan untuk mencari cara mendapatkan keuntungan."
Nevin juga menyoroti rutinitas Mbappe sebelum mengambil penalti.
"Mbappe tahu keunggulannya adalah persiapan. Dia memiliki rutinitas saat meletakkan bola sebelum menendang."
"Dia melakukannya dua kali, tetapi masalahnya dia harus mengulanginya tiga kali, dan pada percobaan ketiga penalti itu berhasil ditepis."
Teknik stutter juga digunakan sejumlah pemain lain di Piala Dunia 2026, seperti Bruno Guimaraes, Jorgen Strand Larsen, Harry Kane, Cristiano Ronaldo, Neymar, Raul Jimenez, Yoane Wissa, dan Marko Arnautovic.
Statistik turnamen menunjukkan efektivitas teknik tersebut masih diperdebatkan. Dari 26 penalti dengan teknik stutter, termasuk adu penalti, hanya 15 yang berbuah gol. Sebaliknya, 24 dari 35 penalti tanpa teknik stutter berhasil menaklukkan penjaga gawang.
Selain itu, sekitar 30 persen penalti pada waktu normal gagal dikonversi menjadi gol di Piala Dunia 2026, menjadi salah satu angka kegagalan tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 1966.