Masalah muncul saat Ferguson mengubah formasi menghadapi Liverpool. Sharpe dan Ryan Giggs kebingungan menjalankan peran di lapangan.
“Saya dan Ryan berlarian tanpa tahu siapa yang harus dijaga. Di babak pertama, permainan benar-benar lewat begitu saja,” tutur Sharpe.
Di ruang ganti, Ferguson meledak. “Dia bilang, kurang lebih, ‘Kalian benar-benar tidak berguna’,” kenang Sharpe.
Amukan itu berlanjut jauh melampaui sepak bola. Ferguson memberi perintah ekstrem.
“Besok kamu jual rumahmu, jual mobilmu, jual anjingmu. Kirim pacarmu pulang ke Birmingham. Kamu kembali ke mess,” ucap Sharpe menirukan perintah Ferguson.
Sharpe mengaku langsung mematuhi instruksi tersebut. “Saya pulang, bilang ke pacar saya harus pulang. Selesai sudah,” katanya.
Situasi makin canggung. Setiap pekan di sesi latihan, Ferguson terus menyindirnya.
“Dia selalu bertanya, ‘Sudah menikah belum?’ Saya jawab, ‘Menikah? Anda yang mengusir pacar saya!’” ujar Sharpe.
Meski pernah menjadi poster boy Manchester United era 90-an, hubungan Sharpe dan Ferguson tak pernah benar-benar hangat. Dalam podcast Quickly Kevin; Will He Score?, Sharpe mengaku pernah diabaikan Ferguson saat bertemu di acara klub.
“Saya bertemu dia di acara golf Manchester United. Dia setengah menyapa sambil berjalan. Sebelumnya malah benar-benar mengabaikan saya,” kata Sharpe.
Namun, Sharpe menegaskan perpisahan mereka tetap profesional saat dia dijual ke Leeds United dengan nilai 4,5 juta poundsterling.
“Dia bilang, ‘Kamu tidak pernah bikin masalah di klub ini. Terima kasih atas jasamu. Kalau butuh apa pun, kami ada,’” ucap Sharpe.
Ketegangan kembali muncul setelah Sharpe merilis buku My Idea of Fun pada 2005 dan menyebut Ferguson sebagai “perundung”.
“Saya dengar dia marah karena itu. Mungkin itu alasan dia menjaga jarak,” tutup Sharpe, salah satu figur yang terlupakan dalam era keemasan Sir Alex Ferguson.