Dia juga mengenang sambutan suporter Persib ketika Melbourne Victory bertanding di Bandung. Menurut Savarese, atmosfer yang tercipta saat itu tidak menunjukkan permusuhan, melainkan pengalaman positif bagi timnya.
"Mereka sangat ramah kepada kami saat kami berada di sana [Bandung]. Suasananya tidak bermusuhan, melainkan suasana yang menyenangkan yang juga memotivasi kami untuk menjadi bagian darinya."
Savarese mengaku pernah berada dalam situasi serupa sepanjang kariernya sebagai pemain maupun pelatih. Dia tidak asing dengan kondisi ketika tim yang dibelanya justru berstatus sebagai pihak yang kurang diunggulkan, termasuk saat bermain di kandang sendiri.
"Sebagai pemain dan pelatih, saya pernah berada dalam situasi di mana, bahkan di kandang sendiri, kami adalah tim yang tidak diunggulkan atau tim yang tidak memiliki banyak penggemar," ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan Savarese tidak ingin menjadikan potensi dominasi Bobotoh sebagai alasan bagi Melbourne Victory kehilangan fokus. Dia tetap berharap dukungan publik tuan rumah bisa membantu timnya memburu kemenangan sekaligus membalas kekalahan dari Persib pada pertemuan pertama.