Herdman tetap mengakui ketepatan penyelesaian akhir di sekitar kotak penalti perlu ditingkatkan. Namun, perhatian yang terlalu besar terhadap masalah itu dinilai bisa membuat pemain kehilangan kebebasan saat memperoleh peluang.
“Salah satunya memang presisi penyelesaian akhir di sekitar kotak penalti. Namun, semakin besar perhatian terhadap hal itu, semakin besar pula tekanan kepada pemain yang justru harus bermain bebas ketika mendapat peluang,” katanya.
Pelatih asal Inggris tersebut lebih memilih menilai perkembangan Timnas Indonesia melalui keseluruhan proses permainan. Skema yang berjalan efektif dan kemampuan memperbaiki kesalahan menjadi bagian penting dalam evaluasinya.
Timnas Indonesia masih mempunyai sejumlah pekerjaan rumah setelah kalah dari Vietnam. Herdman secara khusus menyoroti transisi permainan yang terlalu terbuka dan berpotensi kembali menghadirkan masalah.
“Karena itu kami lebih memilih tetap fokus pada proses. Ada banyak hal positif dari pertandingan melawan Vietnam. Memang ada beberapa transisi permainan yang terlalu terbuka dan itu akan kami perbaiki,” katanya.