Lonjakan reputasi itu berbanding lurus dengan harga. Inter Milan disebut memasang valuasi di atas 50 juta euro atau setara Rp1,03 triliun, bahkan mendekati 60 juta euro atau sekitar Rp1,23 triliun. Angka ini melonjak tajam dibanding biaya transfernya setahun lalu.
Inter merekrut Sucic dari Dinamo Zagreb dengan nilai 15 juta euro atau sekitar Rp308,5 miliar. Dalam tempo singkat, investasi tersebut berubah menjadi aset premium yang mengundang minat elite Eropa.
Bagi Inter, Sucic bukan sekadar aset dagang. Manajemen melihat dia sebagai investasi jangka panjang, baik untuk prestasi di lapangan maupun potensi keuntungan finansial di masa depan.
Musim perdana Sucic di Serie A awalnya diproyeksikan sebagai fase adaptasi. Kenyataannya, dia tampil signifikan dengan total 50 penampilan, mencetak empat gol, dan menyumbang empat assist di semua kompetisi.
Kontrak Sucic bersama Inter Milan berlaku hingga Juni 2030. Dia menerima gaji bersih 1,5 juta euro per musim atau sekitar Rp30,85 miliar, membuat klub tak berada dalam tekanan untuk melepasnya.
Situasi ini membuat Inter berada di posisi tawar sangat kuat. Klub peminat, termasuk Real Madrid, wajib memenuhi valuasi tinggi jika serius ingin memboyong sang gelandang.
Dengan usia muda, pengalaman Piala Dunia, serta peran kunci di level klub dan timnas, Petar Sucic kini berdiri di persimpangan besar kariernya. Bursa transfer musim panas berpotensi menjadi panggung ledakan nilai berikutnya.