Tekanan Leeds akhirnya membuahkan hasil ketika James Justin menyelinap ke area tiang jauh dan melepaskan tembakan keras. Gabriel berusaha menghalau bola di garis gawang, tetapi upayanya gagal mencegah Leeds membuka keunggulan.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Arsenal menyamakan kedudukan melalui Riccardo Calafiori yang memaksimalkan bola hasil sundulan Ben White setelah sebuah umpan silang masuk ke area berbahaya. Gol itu mengubah momentum pertandingan dan membuat Arsenal semakin agresif menekan pertahanan Leeds.
Pergantian pemain yang dilakukan Mikel Arteta turut membantu meningkatkan daya serang tuan rumah. Arsenal akhirnya berbalik unggul melalui Bruno Guimaraes, yang menyambut umpan cerdik Declan Rice sebelum mengarahkan bola ke sudut gawang. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan 2-1 bagi Arsenal setelah sempat berada dalam tekanan.
Leeds berusaha bertahan dari gempuran pada menit-menit akhir, tetapi Arsenal masih mendapatkan peluang tambahan. Odegaard hampir mencetak gol setelah menerima kontribusi permainan apik Rice, tetapi upayanya dari jarak sangat dekat berhasil digagalkan. Leeds pun harus menerima kekalahan meski sempat tampil lebih meyakinkan dalam sebagian besar pertandingan.
Hasil ini memperpanjang catatan kurang baik Leeds saat bertandang menghadapi juara kasta tertinggi Inggris. Mereka hanya meraih satu kemenangan dalam 18 pertandingan tandang terakhir melawan juara bertahan, dengan enam hasil imbang dan 11 kekalahan.
Bagi Arteta, kemenangan ini juga mempertahankan rekor sempurna dalam lima pertemuan melawan tim asuhan Daniel Farke. Arsenal untuk sementara menyamai perolehan poin Manchester City di puncak klasemen Liga Inggris, sekaligus mengirim pesan penting lewat keberhasilan membalikkan keadaan dalam pertandingan yang tidak berjalan mudah.