Babak kedua menjadi titik balik dominasi Liverpool. Dalam rentang dua menit, mereka mencetak dua gol yang mengubah jalannya pertandingan secara drastis.
Mac Allister kembali berperan penting dengan memberikan umpan kepada Salah. Umpan silang cepatnya disambar Ektike untuk membawa Liverpool unggul agregat pada menit ke-51.
Tak lama berselang, Ryan Gravenberch (53’) mencetak gol ketiga setelah memanfaatkan bola rebound hasil tembakan Salah yang kembali digagalkan Cakır. Galatasaray semakin tertekan tanpa mampu keluar dari tekanan.
Salah (62’) akhirnya mencatatkan namanya di papan skor lewat tendangan melengkung khas kaki kiri. Gol tersebut menjadi gol ke-50 dia di Liga Champions, sekaligus menjadikannya pemain Afrika pertama yang mencapai angka tersebut.
Liverpool sebenarnya sempat mencetak gol kelima melalui Mac Allister di menit akhir. Namun, gol dianulir akibat pelanggaran dalam proses serangan. Skor 4-0 bertahan hingga akhir.
Kemenangan ini memberi kepercayaan diri besar bagi Liverpool jelang menghadapi Paris Saint-Germain di perempat final. Di sisi lain, Galatasaray harus menerima kenyataan pahit setelah hanya meraih satu kemenangan dalam 15 laga tandang terakhir di Eropa.