Memasuki menit ke-30, permainan kombinasi cepat Betis menghasilkan peluang emas ketika bola mengarah ke Cucho Hernandez. Dia berhasil mengecoh kiper Michael Brouwer, tetapi tembakannya dari sudut sempit berhasil disapu Mike van der Hoorn tepat di garis gawang.
Tekanan Real Betis akhirnya berbuah gol jelang turun minum, saat Antony memenangi duel di area tinggi lapangan dan mengirim umpan matang kepada Hernandez yang menyundul bola menyilang ke tiang jauh untuk mencetak gol pertamanya di kompetisi Eropa.
Bagi Utrecht, misi memutus tren buruk tandang bukan perkara mudah. Mereka datang ke pertandingan ini dengan catatan lima kekalahan dalam enam laga tandang terakhir di semua ajang. Situasi semakin sulit ketika El Karouani harus ditarik keluar karena cedera kepala setelah bertabrakan dengan kiper sendiri di akhir babak pertama.
Hanya lima menit setelah jeda, Real Betis menggandakan keunggulan lewat Abde Ezzalzouli yang memotong dari sisi kiri dan melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dihalau Van der Hoorn.
Saat laga seolah mengarah nyaman bagi Betis, Utrecht justru memperkecil ketertinggalan melalui gol spektakuler Miguel Rodríguez. Dia melepaskan tembakan dari sekitar garis tengah yang mengejutkan kiper Alvaro Valles dan bersarang di gawang, memicu harapan kebangkitan tim tamu. Empat menit kemudian, Derry Murkin sempat menyarangkan bola dari jarak dekat, tetapi gol tersebut dianulir karena offside dalam proses build-up.