Memasuki babak kedua, Roma meningkatkan intensitas permainan. Peluang emas sempat hadir saat Konstantinos Tsimikas menyambar bola rebound, namun sepakannya melambung tipis di atas mistar.
Roma sempat mendapat penalti setelah Matías Soulé dijatuhkan Muric. Wasit tetap memberi kartu kuning kepada kiper Sassuolo, tetapi keputusan penalti dianulir setelah VAR menilai posisi offside lebih dulu terjadi.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-76. Soule mengirim umpan silang akurat ke dalam kotak penalti, lalu Ismael Koné menyambutnya dengan sundulan keras yang tak terbendung. Stadion Olimpico pun bergemuruh.
Tiga menit berselang, Roma menggandakan keunggulan. Soule kembali menjadi aktor utama setelah menerima sentuhan cerdas Stephan El Shaarawy, lalu menyelesaikan peluang dengan tenang dari jarak dekat. Skor 2-0 memastikan Roma meraih kemenangan keempat beruntun atas Sassuolo.
Hasil ini mempertegas status Roma sebagai tim dengan pertahanan terbaik Serie A, baru kebobolan 12 gol dari 20 laga. Tambahan tiga poin membawa mereka terpaut tiga angka dari Inter Milan, meski sudah memainkan dua laga lebih banyak. Sassuolo sendiri masih tertahan di papan tengah dengan tren negatif enam laga tanpa kemenangan.