Gurovich mengakui, cahaya yang bersinar dari bola didasarkan pada motif yang biasa terlihat pada karya seni konstruktivis. Cahaya seperti itu dimaksudkan untuk melambangkan "energi turnamen".
"Gaya poster pascakonstruktivis Soviet dari 1920-an dan 1930-an serta bahasa visual unik menjadi salah satu unsur budaya Rusia yang paling penting dan dihormati," kata Gurovich.
"Bahasa ini tidak diragukan lagi dianggap sebagai bahasa Rusia di seluruh dunia," lanjutnya. "Dalam pekerjaan saya di poster itu, saya benar-benar ingin membuat bahasa ini modern dan relevan sekali lagi."
Pemilihan sosok Yashin dalam poster itu rasanya memang sulit dibantah. Yashin lebih dari sekadar nama besar di percaturan sejarah sepak bola dunia. Berlaga di empat Piala Dunia, yaitu 1958, 1962, 1966 dan 1970, hingga saat ini inspirasi Rusia itu adalah satu-satunya penjaga gawang yang memenangkan penghargaan pemain terbaik FIFA, Ballon d’Or.
“Kami sangat bangga dengan aset indah yang penting ini, menampilkan ikon penting dan merayakan turnamen mendatang di tanah Rusia,” kata Sekjen FIFA Fatma Samoura.