"Ini sangat berarti bagi saya. Saya terus berlatih dan setiap hari, pagi, sore, malam. Kami datang untuk mencari medali emas," kata Sumaya dalam keterangannya.
Sumaya tidak mendapatkan tiket final dengan mudah. Quimcy Joaquim Dsouza mampu memberikan perlawanan ketat, terutama setelah merebut gim pertama dengan skor 12-7.
Namun, Sumaya tetap menjaga ketenangan dan fokus pada setiap poin. Dia kemudian bangkit pada gim kedua dan mengamankan kemenangan 12-9 sebelum kembali unggul 12-7 pada gim penentuan.
"Dia (Joaquim Dsouza) memiliki permainan yang bagus. Sejak awal saya bermain tenang dan fokus pada setiap poin. Jadi saya yakin akan menang," kata Sumaya.
Hasil tersebut membawa Sumaya ke laga puncak untuk menghadapi Wai Khin Hnin dari Myanmar. Pertandingan final dijadwalkan berlangsung pada Minggu (20/9/2026).
Pertemuan melawan Wai Khin Hnin menjadi kesempatan Sumaya untuk mengubah medali perak yang sudah dipastikan menjadi emas. Dia juga berpeluang mencatatkan sejarah sebagai atlet Indonesia yang meraih medali emas pada debut teqball di Asian Games.
Dengan tiket final di tangan, perjuangan Sumaya kini memasuki tahap terakhir. Targvet yang dia bawa sejak awal pun sudah jelas: mempersembahkan medali emas untuk Indonesia.