Setiap klub tidak hanya menjadi peserta kompetisi, tetapi juga representasi budaya, komunitas, dan karakter khas dari kota asalnya.
Konsep ini mengadopsi sistem liga profesional dunia yang menekankan keterikatan kuat antara klub, kota, dan para pendukungnya.
Direktur PT Liga Padel Indonesia, Rudi Laksmana, menjelaskan liga ini tidak hanya fokus pada pertandingan, tetapi juga pembangunan ekosistem klub profesional.
“Visi kami bukan hanya menghadirkan kompetisi padel nasional, tetapi membangun fondasi bagi lahirnya klub-klub profesional dengan identitas, budaya, dan komunitas yang hidup di luar pertandingan. Kami ingin setiap kota memiliki klub yang benar-benar bisa dibanggakan oleh masyarakatnya,” ujar Rudi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Dalam format liga ini, setiap klub akan berjalan dengan sistem franchise yang mengharuskan pemenuhan standar operasional tertentu.