Pelatih Inter Milan Antonio Conte mengakui pasukannya main jelek saat menjamu Sassuolo di Giuseppe Meazza pada giornata ke-28 Liga Italia, Kamis (8/4/2021) dini hari WIB. (Foto: Reuters)
Reynaldi Hermawan

MILAN, iNews.id - Pelatih Inter Milan Antonio Conte mengakui pasukannya main jelek saat menjamu Sassuolo di Giuseppe Meazza pada giornata ke-28 Liga Italia, Kamis (8/4/2021) dini hari WIB. Tapi dia tak peduli lantaran bisa menang 2-1.

Di laga tersebut I Nerazzurri memang lebih banyak bertahan. Buktinya Klub Kota Mode Italia itu hanya menguasai 30 persen ball possession.

Inter cuma mengandalkan serangan balik cepat. Tapi hasilnya positif. Mereka bisa mencetak gol berkat sumbangan Romelu Lukaku pada menit ke-10 dan Lautaro Martinez (67). 

Sedangkan Sassuolo hanya bisa memperkecil kedudukan melalui Hamed Traore (85). Conte tak masalah timnya bermain buruk asalkan bisa meraih poin penuh dan membuat mereka makin dekat dengan scudetto.

“Sassuolo menjadikan penguasaan bola sebagai kekuatan utama mereka. Jadi kami memilih untuk menutup celah di tengah lebih dari apa pun. Kami tahu bahwa kami harus menyerahkan kepemilikan bola kepada mereka," kata Conte kepada DAZN.

“Estetika dalam bermain memang baik. Tapi Scudetto lebih penting. Kami memainkan sepak bola yang indah di Liga Champions. Tapi kami tersingkir. Jadi hasil akhir lebih penting buat kami," ujarnya.

Kemenangan membuat Inter nyaman di singgasana berbekal nilai 71. Lukaku dan kawan-kawan unggul 11 angka dari rival sekota AC Milan di posisi kedua.

Kini scudetto makin dekat dengan I Nerazzurri. Tapi Conte tak mau anak asuhnya terlena lantaran masih ada sembilan laga tersisa yang harus dimainkan.

“Tidak, tidak, masih banyak pertandingan tersisa. Kami ingin melakukan sesuatu untuk klub yang belum pernah juara selama 10 tahun. Sungguh luar biasa jika kami adalah orang-orang yang menyingkirkan Juventus yang menang selama sembilan musim selalu juara," tuturnya.

"Akan ada ketegangan mulai sekarang, Ini akan terasa seperti bola lebih berat di kaki kami. Mungkin lebih dari tim-tim yang tidak lagi memiliki tujuan yang sama," ucapnya.


Editor : Reynaldi Hermawan

BERITA TERKAIT