"Real Madrid akan berjuang untuk memenangkan Liga Champions, sama seperti kami, karena itu juga merupakan tujuan kami. Setiap kompetisi yang Anda mulai dengan jersey ini di punggung, harus menjadi target," katanya.
Lautaro sendiri mengakhiri pertandingan dengan luka gores di wajah setelah terlibat benturan dengan Dean Huijsen. Kedua pemain mendapat kartu setelah terlibat perselisihan dalam pertandingan tersebut.
Meski kalah, statistik pertandingan menunjukkan Inter mampu memberikan perlawanan serius kepada Real Madrid. Nerazzurri mencatat penguasaan bola sebesar 61 persen dan menyelesaikan 596 operan.
Sebagai perbandingan, Real Madrid hanya mencatat 313 operan. Namun, dominasi penguasaan bola Inter tidak mampu sepenuhnya diterjemahkan menjadi gol.
"Itulah kepahitannya, kami hanya membiarkan mereka melakukan serangan balik karena mereka memiliki dua penyerang yang sangat cepat, tetapi kami tidak mampu memanfaatkan semua peluang yang kami ciptakan," lanjut Lautaro.