Menurut Diky, posisi tersebut belum ideal jika Persija ingin kembali mengangkat trofi. Dia menilai langkah evaluasi harus dilakukan secepat mungkin sebelum kompetisi memasuki putaran kedua.
“Harapan saya, Persija harus terus berbenah. Harus tahu siapa yang dipertahankan dan siapa yang diganti. Persija butuh pelapis yang sepadan dan pemain yang benar-benar memberikan kontribusi positif, bukan yang merugikan tim,” kata Diky usai konferensi pers Clash of Legends Jakarta di Balai Kota, Senin (12/1/2025).
Pria berkacamata itu menilai pemain diaspora bisa menjadi solusi konkret untuk meningkatkan kualitas tim. Dia menyebut banyak pemain diaspora memiliki level permainan setara pemain asing, namun tetap berstatus pemain lokal.
Diky mendorong Persija mulai bermanuver di bursa transfer untuk memboyong pemain diaspora berkualitas agar performa tim jauh lebih baik dibanding putaran pertama.
“Kalau ditanya soal nama pemain, saya tidak ingin menyebutkan secara spesifik. Namun, Persija bisa mencontoh klub yang menggunakan pemain diaspora,” ujar Diky.