Souza menilai fokus utama timnya saat ini berada pada proses internal, terutama adaptasi pemain anyar yang baru bergabung di tengah musim. Menurut dia, kondisi skuad belum sepenuhnya ideal.
“Fokus saya sekarang adalah membimbing para pemain yang baru datang. Kami kehilangan delapan pemain dan hari ini juga masih kehilangan tiga pemain. Mauro (Zijlstra), misalnya, baru menjalani satu kali sesi latihan bersama kami,” tutur dia.
Menyoal jalannya pertandingan, Souza menilai Persija Jakarta tidak tampil buruk. Dia melihat timnya mampu menekan dan beberapa kali menembus pertahanan Arema FC, meski gagal memaksimalkan peluang.
“Saya menilai kami beberapa kali mampu menembus pertahanan Arema. Yang kurang hanyalah kualitas dan ketenangan pada umpan terakhir. Saya mengubah skema pressing untuk memaksa Arema membangun serangan dari bawah, tetapi mereka memilih bermain dengan bola-bola panjang,” ujarnya.
Souza juga memberikan apresiasi terhadap mentalitas Rizky Ridho dan rekan-rekannya yang terus berjuang hingga menit akhir meski akhirnya kebobolan dua gol telat.
“Namun, semangat juang tidak pernah kurang. Sepanjang pertandingan kami terus berusaha mencetak gol dan kami akan tetap seperti ini, berusaha memberikan kepada Persija peran protagonis yang memang layak mereka dapatkan,” pungkas Souza.