TANGERANG, iNews.id – John Herdman merasa masih terlalu dini menilai perbedaan sepak bola Indonesia dan Eropa. Sebab dia belum genap sebulan berada di Tanah Air dan baru menyaksikan dua pertandingan Super League 2025-2026.
Pelatih Timnas Indonesia tersebut baru memantau laga Persija Jakarta kontra Persita Tangerang yang berakhir 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (23/1/2026). Dia kemudian hadir langsung di pertandingan Persita melawan Bhayangkara FC yang berakhir imbang 1-1 di Stadion Indomilk Arena, Minggu (25/1/2026).
Dengan waktu observasi yang masih terbatas, Herdman menilai belum tepat menarik kesimpulan besar. Dia memilih memperbanyak pengamatan sebelum menyampaikan penilaian menyeluruh terhadap karakter sepak bola Indonesia.
"Terlalu dini untuk menyimpulkan. Saya selalu berpikir secara iklim kondisi di sini selalu berdampak di beberapa tempo permainan, dan itu selalu menyulitkan. Saya pikir itu terjadi di beberapa momen untuk mempertahankan level intensitas. Sehingga, itu normal," ucap John Herdman di Tangerang, kemarin.
Menurut pelatih asal Inggris tersebut, faktor iklim menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi pemain diaspora yang terbiasa bermain di Eropa. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap tempo dan konsistensi intensitas permainan sepanjang laga.
Meski belum memberi penilaian akhir, Herdman mengaku mendapat kesan positif dari dua pertandingan yang dia saksikan. Dia menyebut intensitas laga Super League berada di level tinggi dan berjalan ketat.
"Saya sedikit terkejut dengan intensitas di sini. Saya pikir ketika saya menyaksikan laga hingga habis malam ini dan kemarin saat Persija, intensitasnya bagus. Sehingga, itu yang saya cari sebagai seorang pelatih," ucapnya.