Pelatih berusia 50 tahun itu membandingkan Piala AFF dengan Gold Cup di kawasan CONCACAF, turnamen yang pernah dia jalani saat menangani Timnas Kanada.
“Jadi, saya pikir struktur dari turnamen tersebut sebagai seorang pelatih baru itu sempurna. Anda punya kesempatan untuk menggunakan kolam yang jauh lebih besar, dan itu mirip dengan apa yang kita lakukan di CONCACAF dengan Gold Cup,” jelas John Herdman.
John Herdman menegaskan pengalaman tersebut memberinya perspektif realistis. Tidak semua pemain bintang bisa hadir, sehingga pelatih dituntut jeli memaksimalkan potensi lokal.
“Kita tidak punya akses untuk mendatangkan Alphonso Davies atau Jonathan David untuk turnamen itu. Anda harus menggunakan pemain lokal dan kolam yang jauh lebih besar. Dan, Anda bisa belajar dan melihat pemain di situasi itu,” pungkasnya.
Dengan pendekatan ini, Piala AFF 2026 diproyeksikan menjadi panggung pembuktian bagi wajah-wajah baru Timnas Indonesia di era John Herdman.