"Tadi juga sempat ada sedikit perbedaan dari kondisi lapangan, karena dua hari lalu saat kami tes di latihan malam, lapangan dua tidak terlalu signifikan hembusan anginnya. Hari ini ternyata lumayan terasa dan saya melihat semua lapangan sepertinya kondisinya sama," ujarnya.
Jonatan memilih mengambil inisiatif serangan sejak menghadapi Lin Chun-Yi. Strategi tersebut sengaja diterapkan untuk mencegah lawannya mengembangkan permainan cepat yang menjadi salah satu kekuatan utama.
Menurut Jonatan, membiarkan Lin Chun-Yi menguasai tempo pertandingan bisa mendatangkan masalah besar. Karena itu, dia berusaha lebih dahulu mengendalikan ritme permainan agar lawannya kesulitan memaksimalkan serangan.
"Lawan Lin Chun-Yi tadi saya lebih inisiatif untuk ambil tempo permainannya karena kalau dia sudah pegang tempo permainannya akan sangat-sangat menyulitkan dengan kecepatan dan serangannya yang dia punya, jadi saya rasa saya perlu menutup itu dulu," jelas Jonatan.
Pendekatan tersebut membuahkan hasil. Jonatan mampu menuntaskan pertandingan tanpa kehilangan satu gim pun sekaligus memastikan langkah ke babak berikutnya.