Dua menit berselang, Juventus kembali menciptakan dua kesempatan beruntun. Pierre Kalulu dan Kenan Yildiz sama-sama mencoba mencetak gol, tetapi kedua percobaan tersebut masih dapat dibendung Palmisani.
Memasuki babak kedua, Juventus semakin sering menekan pertahanan Frosinone. Beberapa tembakan dilepaskan pasukan Luciano Spalletti, tetapi belum ada yang berhasil menambah keunggulan. Frosinone pun kesulitan membangun serangan dan lebih banyak mengandalkan skema serangan balik.
Drama justru terjadi menjelang pertandingan berakhir. Juventus harus kehilangan Vicario pada masa injury time setelah kiper tersebut mengalami cedera. Vicario kemudian digantikan Mattia Perin. Juventus tetap mampu mempertahankan keunggulan 1-0 hingga peluit panjang dan membawa pulang tiga poin.
Pada pertandingan lainnya, AC Milan tampil dominan saat menghadapi Torino. Rossoneri mencatat 59 persen penguasaan bola dan melepaskan 19 tembakan dengan empat di antaranya tepat sasaran. Torino hanya menghasilkan delapan tembakan dan satu yang mengarah ke gawang.
Lini depan Milan yang diisi Goncalo Ramos, Ruben Loftus-Cheek, dan Alphadjo Cisse membuat pertahanan Torino bekerja keras. Tim tuan rumah juga kesulitan mengembangkan permainan, bahkan tidak banyak memiliki kesempatan untuk melancarkan serangan balik.