Dalam perjalanan panjang kariernya, Riono tidak hanya dikenal sebagai pemain dan pelatih. Dia juga dianggap sebagai ikon sepak bola Surabaya yang menjaga tradisi keluarga Asnan di dunia olahraga tersebut.
Pada 2025, Riono sempat mendapat perhatian dari publik saat Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menjenguknya di kediamannya di Sidoarjo. Kunjungan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas jasa-jasanya dalam sepak bola Indonesia.
Saat itu kondisi kesehatannya dilaporkan mengalami gangguan seperti kekurangan kalsium dan vertigo. Meski menghadapi masalah kesehatan, dia tetap mengikuti perkembangan sepak bola nasional hingga akhir hayatnya.
Kepergian Riono Asnan meninggalkan jejak panjang dalam sejarah sepak bola Indonesia. Dia dikenang sebagai bek tangguh Timnas Indonesia era 1979–1983 sekaligus pelatih yang pernah menangani sejumlah klub di kompetisi nasional.