Kejutan Besar di MLSC Banjarmasin! Dua Final Berakhir Tipis, Talenta Putri Meledak

Reynaldi Hermawan
Final MilkLife Soccer Challenge Banjarmasin Seri 2 2026 berlangsung ketat dengan kemenangan tipis, diikuti 661 peserta dari 49 sekolah. (foto: mlsc)

Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, mengaku terkesan dengan antusiasme peserta. Dia menegaskan komitmen untuk membangun karakter melalui olahraga sejak dini bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife.

“Gelaran perdana MilkLife Soccer Challenge di Banjarmasin mendapat sambutan positif dari banyak pihak. Hal itu terlihat dari jumlah peserta yang terlibat mencapai 661 siswi. MLSC adalah salah satu program yang sangat tepat untuk mencetak atlet sepak bola putri masa depan. Mudah-mudahan ini menjadi titik awal pembinaan yang lebih terukur, berkelanjutan, dan lebih terarah. Sesuai dengan visi Bayan Peduli ‘Berkarya Nyata, Bangun Bangsa’ kami harap semakin banyak srikandi sepak bola masa depan yang kelak membanggakan Tanah Air,” ujar dia.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago, menilai pengembangan sepak bola putri membutuhkan dukungan konsisten, terutama dalam penyediaan kompetisi usia dini. Dia menilai potensi pemain di Kalimantan sangat besar jika terus difasilitasi.

“Seperti yang kita lihat pekan lalu di Samarinda, antusiasme dan potensi pemain putri di Kalimantan sangat besar. Ini harus terus dijaga dengan menyediakan lebih banyak ruang latihan dan kompetisi yang konsisten. Tujuan MilkLife Soccer Challenge hadir di sini adalah untuk pemassalan sepak bola putri di Banjarmasin. Kami mengimbau agar dalam waktu dekat lebih banyak SSB yang fokus kepada pembinaan pemain putri,” ujar dia.

Dia menegaskan turnamen ini juga menjadi jalur seleksi menuju MLSC All-Stars.

“Ajang ini bukan sekadar turnamen, tetapi bagian dari proses seleksi dan pembinaan jangka panjang. Para pemain yang tampil menonjol akan memiliki kesempatan untuk melangkah ke level berikutnya, termasuk bergabung dalam MLSC All-Stars. Ini menjadi motivasi tambahan bagi para peserta untuk terus berkembang. Jika konsistensi ini terus dijaga, bukan tidak mungkin daerah seperti Kalimantan Selatan akan menyusul jejak daerah lain dalam melahirkan pemain-pemain putri berkualitas,” tambah dia.

Editor : Reynaldi Hermawan
Artikel Terkait
1 hari lalu

KPK Geledah 8 Lokasi Kasus Suap Pajak Banjarmasin, Amankan Sejumlah Dokumen

20 hari lalu

Garuda International Cup 2026 Pecahkan Rekor, Diikuti 13 Negara dan Hadirkan Kategori Putri

21 hari lalu

Tak Mau Ulangi Masa Kelam, Liga Putri Indonesia Dibangkitkan dengan Komitmen Jangka Panjang

21 hari lalu

IWL 2026-2027 Resmi Digelar, Sepak Bola Putri Indonesia Bangkit dengan Format Baru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal