Ketum PSSI Jawab Kritik FIFPro soal Pemotongan Gaji Pemain

Antara
Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan. (Foto: iNews.id/Bagus Alit)

Purnawirawan Polri berpangkat akhir Komisaris Jenderal itu juga ingin seluruh insan sepak bola nasional untuk berlapang dada menerima situasi pandemi COVID-19 yang disebutnya terjadi di luar kendali.

FIFPro, pada Rabu (20/5/2020), melontarkan kritik terhadap PSSI soal penerapan kebijakan pemotongan 75 persen gaji pemain di tengah pandemi COVID-19 tanpa berdiskusi dengan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) sebagai perwakilan pesepak bola di Tanah Air, melalui pernyataan resmi dalam laman mereka fifpro.org.

"PSSI mengintervensi hubungan kerja pemain tanpa keinginan untuk mengundang serikat pesepak bola ke meja perundingan," kata Direktur Legal FIFPro Roy Vermeer.

Pada Jumat (27/3/2020), PSSI menerbitkan Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/48/III/2020 yang salah satunya berisi, mempersilakan klub-klub Liga 1 dan 2 untuk menggaji pemainnya maksimal 25 persen pada bulan Maret sampai Juni 2020 dari gaji yang tertera di kontrak di tengah jeda kompetisi akibat pandemi penyakit virus corona (COVID-19).

PSSI menetapkan bulan Maret, April, Mei dan Juni 2020 menjadi keadaan kahar (force majeure) akibat COVID-19.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
1 hari lalu

Harga Mati! PSSI Targetkan Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

4 hari lalu

Liga 2 Punya Operator Baru, 20 Klub Jadi Pemegang Saham

10 hari lalu

Usai Timnas Indonesia Terpuruk di Piala AFF 2026, PSSI Kirim Pesan Tegas untuk Suporter

11 hari lalu

GIC 2026 Hadirkan 13 Negara, Erick Thohir Diharapkan Turun Langsung Pantau Talenta Muda

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal