Tentu saja kartun tersebut pada akhirnya menuai banyak kritik dari berbagai kalangan. Pasalnya, hal tersebut sangat memperlihatkan pandangan rasis budaya barat terhadap bangsa di Timur Tengah termasuk Qatar.
Menurut Middle Eastern Eye dilansir dari Sportskeeda, Rabu (9/11/2022), kartun karikatur tersebut adalah sebuah insiden terbaru yang membuat para muslim khususnya di Qatar merasa kesal dengan adanya stigma tersebut.
Penunjukan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 memang sudah menimbulkan beberapa kontroversi. Banyak media barat yang memberitakan bahwa Qatar memperlakukan pekerja imigran dengan tidak baik untuk mempersiapkan pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Belum lagi Qatar telah menolak dengan tegas segala bentuk dukungan kepada LGBT di Piala Dunia 2022. Hal tersebut membuat sebagian besar masyarakat barat merasa kesal karena menganggap Qatar telah mencoreng hak asasi manusia (HAM).