Scholes menilai pernyataan Shaw dapat dianggap sebagai sindiran terhadap Carrick dan staf pelatih. Dia mengingatkan para pemain untuk tidak menyampaikan komentar yang terkesan meragukan kualitas persiapan tim.
"Luke Shaw selalu mengatakan sesuatu. Itu merupakan sindiran terhadap staf pelatih dan manajer. Jika salah satu pemainmu mengatakan hal seperti itu, kamu pasti akan berpikir, 'Astaga.' Kamu akan memanggil mereka pada Senin pagi," ujar Scholes.
"Komentar seperti itu bukan hanya soal rasa hormat. Namun, ketika membicarakan rasa takut terhadap manajer dan hal-hal yang mereka katakan, itu merupakan sindiran terhadap manajer dan staf pelatih. Jika kami melakukan hal seperti itu terhadap Sir Alex Ferguson dengan mengatakan, 'Kami tidak dipersiapkan dengan baik,' astaga, kamu pasti langsung dipanggil dan dia mungkin akan menyebut namamu di depan seluruh tim."
Di tengah polemik tersebut, Manchester United memastikan Carrick masih mendapat kesempatan untuk membalikkan keadaan. Keputusan itu diambil saat klub sedang mengalami periode sulit dan belum mampu menunjukkan konsistensi hasil di Liga Inggris.
MU kini menempati posisi ke-16 klasemen sementara, hanya unggul satu poin dari zona degradasi. Situasi tersebut membuat tekanan terhadap Carrick semakin besar, sementara pernyataan Fernandes ikut memunculkan pertanyaan mengenai hubungan pemain dengan staf pelatih.
Manchester United selanjutnya akan bertandang ke Stamford Bridge pada Sabtu. Carrick berharap anak asuhnya mampu meraih kemenangan pertama sejak mengalahkan Ipswich pada akhir Agustus.
Bagi Fernandes, persoalan yang dihadapi bukan hanya penurunan performa di lapangan. Kritik dari Scholes dan Butt juga menempatkan kepemimpinannya sebagai kapten dalam sorotan, ketika Manchester United berusaha keluar dari krisis hasil dan memperbaiki posisi di klasemen Liga Inggris.